Bagaimana Lembaga Pendidikan Merespon Dampak Covid 19

 

Beberin.com, JAKARTA – Wabah Covid 19 masih menjadi masalah besar di hampir seluruh negara termasuk negara kita Indonesia. Pemerintah juga telah mengambil langkah salah satunya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar dampak dari wabah virus Corona bisa cepat selesai dan situasi normal kembali.

Hampir semua sektor terkena dampak dari wabah virus corona ini. Salah satunya adalah di sektor pendidikan karena hampir 80 persen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkena dampak dari wabah Covid 19 ini.

Rektor UAI dan Guru Besar IPB Bogor, Prof.Asep Saefuddin, dalam acara diskusi “Koreksi” Kita Ngobrol Edukasi menggunakan aplikasi zoom meeting mengatakan bahwa masalah ini sudah jelas, Dirjen Dikti harus cari kampus-kampus yang sangat berat terdampak Covid 19 ini. Memang harus pakai Proposal, tapi bukan ribet (rumit).

 

“Terus terang saja yang dilakukan oleh kampus ya Self Help sekarang ini. Jadi Self Help itu dosen ada yang patungan atau pemberian subsidi pulsa. Itu tidak bisa dilakukan semua kampus PTS. Ada PTS yang untuk menggaji Dosennya saja sudah mulai mikir, apalagi untuk memberi pulsa ke mahasiswa itu sangat berat.” terang Rektor UAI, Asep Saefuddin dalam acara Koreksi, Kamis (30/4).

Prof. Asep Saefuddin menjelaskan terkait masalah yang dialami PTS harus ada unsur pemerintah, tentu bisa masuk kedalam konsep jaring pengaman sosial di cluster pendidikan.

“Pemerinta Daerah juga harus peduli dengan masalah yang ada di sektor pendidikan ” ujar Prof. Asep Saufudin.

 

Rektor UAI ini juga menghimbau dalam masa pandemi Covid 19 ini agar pemerintah mempunyai peranan yang signifikan terhadap penanggulangan sektor pendidikan, dan dia juga mengajak agar alumni-alumni yang sudah mapan agar bisa membantu almamaternya. Dia juga menjelaskan bahwa perlu adanya optimalisasi CSR BUMN dan Perusahan besar untuk bisa bertanggung jawab terhadap SDM di Indonesia.

Dr.Fithra Faisal Hastiadi, Ekonom Universitas Indonesia mengatakan bahwa aspek paling penting dari ekonomi adalah sumber daya manusia. Setiap krisis pasti ada momentumnya tinggal bagaimana kita bisa mengatur momentum itu.

“Dalam kondisi seperti ini orang kreatif adalah orang yang akan bisa mendapatkan kompetitif x, bisa mendapatkan keunggulan. Dimana semua itu bisa menjadikan kita semua leader di bidangnya masing-masing.” pungkas Fithra, Ekonom UI.

Koreksi”(Kita Ngobrol Edukasi) sebuah acara diskusi menggunakan aplikasi zoom meeting dengan mengangkat tema-tema yang menarik dengan menghadirkan para nara sumber yang akan memberikan edukasi dan wawasan baru bagi kita.

(Edison Munthe)

About Redaksi beberin.com

Check Also

PesonaEdu LCMS Wujudkan Peningkatan Kualitas Pendidikan Daring di Indonesia

Beberin.com, Jakarta – Pendidikan Jarak Jauh (PJJ/ sekolah daring ) telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan …

Leave a Reply