Ike Andriani - Komisaris FH Food dan Ferdyanda Heryawan sbg Direktur Utama FH Food

Kaldu Jamur Ratubunda, Penguat Rasa Dari Jamur Tiram, Tanpa MSG dan Kaya Nutrisi

Beberin.com, JAKARTA – Bunda seringkali dihadapkan pada pilihan yang sulit setiap kali hendak menyiapkan hidangan untuk keluarga. Menyajikan makanan yang sehat, atau makanan yang enak. Pertanyaan itu wajar saja, karena biasanya masakan yang nikmat harus dibumbuhi penguat rasa. Padahal, penguat rasa yang beredar, kebanyakan mengandung MSG. Yang oleh para ahli kesehatan tidak direkomendasikan. Dalam beberapa waktu belakangan muncul produk penyedap rasa yang berbahan baku jamur.

Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai kaldu jamur. Berbagai produk kaldu jamur sudah dijual bebas di pasaran. Baik melalui marketplace, maupun distribusi langsung secara eceran. Meski begitu, tidak semua kaldu jamur benar-benar bebas MSG.

“Kaldu Ratubunda merupakan kaldu jamur organik non-MSG diolah dari jamur tiram yang baru dipanen dan rempah pilihan,” kata Direktur FH Food, Ferdyanda Heryawan.

Kaldu Ratubunda telah lulus tes keamanan standar Eropa, EN 71-3: 1994 + A1: 2000 berdasarkan hasil pengujian laboratorium Institut Pertanian Bogor. Bahan baku Kaldu Ratubunda berasal dari pembudidaya jamur tiram yang dilakukan secara organik di Desa Sukamakmur, Jonggol. Budidaya ini dikelola oleh FH Mushroom yang merupakan farm house budidaya jamur tiram.

“FH Mushroom merupakan induk usaha FH Food, sehingga menjamin kualitas bahan baku segar sebelum diolah,” imbuh dia.

Hal ini dikarenakan selurh proses, mulai pembibibitan jamur sampai dengan produksi kaldu dilakukan sendiri. Selain menjamin produk selalu fresh, harga jual produk juga lebih bersaing. Komposisi Kaldu Ratubunda terdiri dari jamur tiram berkualitas, bawang merah, bawang putih, gula, garam, lada, tepung tapioka dan tanpa penguat rasa/non-MSG. Selain menjadi penyedap masakan non- MSG pengganti vetsin, kaldu Ratubunda tidak mengandung daging.

“Jadi sangat cocok untuk vegetarian, lebih sehat dan dapat dikonsumsi semua usia” imbuh Ferdy.

Berbagai penelitian menyebutkan kaldu jamur sebagai sumber vitamin, mineral dan protein yang tinggi. The Asian Parent misalnya, menyebutkan manfaat kaldu jamur dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh karena mengandung asam amino esensial yang penting. Kemudian juga dapat mencegah kekurangan vitamin B12 yang sangat diperlukan oleh para vegetarian karena tidak emngonsumsi produk hewani.

Penelitian menyatakan S. cerevisiae, strain ragi dalam kaldu jamur dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri. Selain itu, kaldu jamur juga dapat memerangi kuku rapuh dan kerontokan rambut, hingga menjaga kesehatan kulit.

(EDISON.P)

About Redaksi beberin.com

Check Also

Rolas Sitinjak ” Stella itu konsumen, dan tidak ada mantan konsumen”

  Beberin.com, JAKARTA – UU ITE Pasal 27 ayat 3 tentang pencemarang nama baik kembali …

Leave a Reply