Heboh Viral di Medsos Terkait Dugaan 2 Caleg Lakukan Politik Uang

Beberin.com, Kota Depok – Setelah viral beredar di media sosial (medsos) video dan foto para calon legislatif (Caleg) baik DPRD Kota Depok, DPRD Provisi Jawa Barat (Jabar) maupun DPR RI melakukan politik uang.

“Jadi, pasalnya, dengan politik uang tidak hanya dilakukan Caleg satu partai saja tapi juga dilakukan hampir semua partai,” tegas Tajudin Tabri, selaku Badan Saksi Nasional Partai Golkar Kota Depok (BSNPGD), Selasa (13/2/2024), saat
membantah informasi terkait adanya praktik politik uang yang dilakukan oleh Caleg Partai Golkar untuk DPR RI Dapil Kota Depok-Bekasi itu.

Ia menyebutkan, bahwa Dugaan tim Caleg DPR RI tersebut yakni dari tim Tania Laena dan Wenny Haryanto. Sebelumnya hal isu dugaan politik uang juga menimpa Caleg Partai Golkar DPR RI Rani Fahd A Rafiq.

“Jadi, ada juga laporan masuk atas nama Tania Laena dan Wenny Haryanto,” ucap Tabri.

Menurutnya, bahwa pihaknya akan segera menyikapi laporan tersebut. “Kami memang sudah menerima terkait laporan tersebut bahwa tim Tania Laena dan Wenny Haryanto melakukan ‘serangan fajar’,” tutur Tajudin.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya juga menilai Partai Golkar Kota Depok sedang menghadapi serangan fitnah keji politik uang untuk menjatuhkan Partai Golkar.

“Tapi, tetap semua laporan, kami akan lakukan investigasi. Kami telah menerima juga video dan foto-foto berupa amplop berisi uang dan stiker kedua Caleg, Tania Laena dan Wenny Haryanto. Apabila ditemukan kesalahan akan kami tindak tegas,” jelas Tajudin.

Diakuinya, bahwa BSNPGD telah menerima laporan terkait perilaku kurang pas dari beberapa calon legislatif, namun setelah dilakukan konfirmasi, semua calon tersebut tak terbukti dan menjalankan Pemilu 2024 sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

“BSNPGD tidak hanya menerima laporan terkait fitnah terhadap caleg dari partai kami, tetapi juga terhadap caleg dari partai lain. Namun, kami memilih untuk tidak mengomentari hal tersebut,” tukas Tajudin.

Tajudin selaku Ketua BSNPGD menghimbau, agar seluruh masyarakat dapat memahami bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga integritas dan etika dalam proses demokrasi.

“Artinya, pihaknya menghimbau, kami menolak segala bentuk praktik politik uang yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat,” pungkasnya.

SAID